Frequently asked questions
(FAQ)

ELANG PROPERTY INDONESIA

FAQ

Pertanyaan yang sering ditanya

Elang Property Indonesia adalah sebuah perusahaan konsultan yang didirikan untuk membantu Kaum Muslimin agar bisa mendapatkan transaksi yang halal dalam kepemilikan mobil, rumah, ruko, tanah dan aset produktif, di mana akad yang disediakan dalam skema Elang Property Indonesia adalah:

  • Murni Jual Beli
  • Tanpa Wakalah
  • Jelas Serah Terima Barangnya
  • Tanpa Pasal Denda
  • Tanpa Biaya Asuransi

Elang Property Indonesia berbadan hukum PT (Perseroan Terbatas).

Pendiri Elang Property Indonesia adalah Ade Eka Saputra, dan saat ini Direksi dari Elang Property Indonesia adalah Bapak Ade Eka Saputra, Fitriadi dan Muhammad Akhyar.

Elang Property Indonesia dalam melaksanakan kegiatannya tentunya senantiasa berlandaskan hukum Islam yang bersumber dari Alquran dan Hadits. Dalam pelaksanaan kegiatannya, Elang Property sering mengambil pendapat dan fatwa dari Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA yakni seorang ahli fikih muamalah di Indonesia. Namun Elang Property tidak secara langsung menjadikan beliau sebagai pengurus, pemegang saham, maupun Dewan Syariah secara resmi, karena dalam operasionalnya, Elang Property Indonesia tidak ingin menjual nama ustadz dalam kegiatan usaha. Elang Property Indonesia berusaha menghadirkan solusi bagi Kaum Muslimin akan transaksi yang bebas riba dengan merujuk pada pandangan Ulama Kontemporer yang bisa dijadikan landasan operasional.

Kredit berasal dari kata credere yang artinya kepercayaan, dan tidak ada yang salah dengan istilah tersebut. Dalam hal ini pengertian kredit adalah fasilitas yang diberikan kepada konsumen untuk bisa mengangsur dalam pembayaran hutangnya.
Yang tidak dibenarkan adalah jika kredit yang diberikan ada unsur riba, gharar dan kezhaliman.
Istilah yang digunakan pada berbagai Lembaga Keuangan adalah pembiayaan, namun jika pembiayaan tersebut masih ada unsur riba, gharar dan kezhaliman maka hal tersebut juga terlarang.
Jadi kita tidak melihat label dalam hal ini, baik itu kredit atau pembiayaan, jika yang dilakukan adalah hal yang dilarang, maka hal tersebut tetap terlarang meskipun ada embel-embel atau istilah syariah sekalipun.
Dalam hal ini kita sampaikan bahwa tidak ada salahnya dengan istilah kredit, karena tidak ada hubungannya dengan halal atau haram. Bahkan kita ingin menyampaikan bahwa jangan mudah percaya dengan istilah syariah padahal yang dilakukan tidak sesuai syariah.

Elang Property Indonesia adalah perusahaan konsultan yang berusaha mewujudkan akad yang sesuai syariat bagi Kaum Muslimin. Dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya Elang Property Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) melalui MoU atau kesepakatan kerjasama di mana akad yang dilaksanakan dengan komponen sebagai berikut:

  • Murni Jual Beli
  • Tanpa Wakalah
  • Jelas Serah Terima Barangnya
  • Tanpa Pasal Denda
  • Tanpa Biaya Asuransi

Saat ini Elang Property Indonesia bekerjasama dan menjalankan MoU dengan salah satu Lembaga Keuangan Syariah dan Elang Property Indonesia juga sedang melakukan penjajakan kerjasama dengan beberapa Lembaga Keuangan lainnya.

Atas MoU Elang Property Indonesia ini, maka setiap konsumen yang diproses melalui Elang Property Indonesia akan diperlakukan berbeda, di luar dari standar yang biasa dilakukan, dengan perbedaan transaksi sebagai berikut:

  • Akad Murni Jual Beli
  • Tanpa Wakalah
  • Jelas Serah Terima Barangnya
  • Tanpa Pasal Denda
  • Tanpa Biaya Asuransi

Yang membedakan transaksi adalah :

  • Akad Murni Jual Beli
  • Tanpa Wakalah
  • Jelas Serah Terima Barangnya
  • Tanpa Pasal Denda
  • Tanpa Biaya Asuransi

Proses yang dilakukan dari awal sampai selesai adalah sebagai berikut:

  1. Konsumen datang ke kantor Elang Property Indonesia untuk mendapatkan penjelasan skema kredit syariah secara lengkap.
  2. Setelah konsumen memahami dan menyetujui skema kredit syariah, maka konsumen melengkapi syarat dokumen yang dibutuhkan untuk proses kredit syariah.
  3. Dokumen kemudian diperiksa dan dianalisa oleh petugas admin Elang Property Indonesia.
  4. Dilakukan penghitungan kemampuan bayar konsumen terhadap besarnya rencana angsuran kredit.
  5. Apabila secara dokumen dan kemampuan bayar, konsumen dinilai layak, maka dokumen dilimpahkan kepada Lembaga Keuangan Syariah (LKS) untuk diproses dengan menggunakan surat pengantar Elang Property Indonesia sehingga proses sesuai dengan MoU.
  6. LKS kemudian melakukan analisa terhadap dokumen yang telah diserahkan oleh Elang Property Indonesia.
  7. Apabila konsumen dinyatakan layak, maka LKS akan mengirimkan dokumen Surat Keputusan kepada Elang Property Indonesia.
  8. Kemudian Elang Property Indonesia melakukan pemeriksaan terhadap dokumen Surat Keputusan, apakah sesuai dengan MOU yang disepakati, yakni:
    • Murni Jual Beli
    • Tanpa Wakalah
    • Jelas Serah Terima Barangnya
    • Tanpa Pasal Denda
    • Tanpa Biaya Asuransi
  9. Apabila telah sesuai dengan MoU, maka dilaksanakan persiapan akad jual beli.
  10. LKS membeli secara langsung objek tersebut, tanpa perantara/wakalah.
  11. Dilakukan serah terima objek dari penjual kepada LKS.
  12. Setelah objek dimiliki oleh LKS, kemudian LKS menjual kepada konsumen dengan mengambil keuntungan.
  13. Konsumen menyerahkan Uang Muka setelah dilakukan akad jual beli.
  14. Kemudian terhadap sisa hutang yang belum dibayar konsumen, dilakukan akad pembiayaan dengan perjanjian secara notaril dan diikat dengan menjaminkan dokumen jaminan melalui Fidusia atau Hak Tanggungan.
  15. Konsumen melakukan angsuran terhadap kewajibannya setiap bulan.
  1. Barang dibeli lebih dahulu
  2. Ada serah terima yang jelas (objek, kunci, dokumen)
  3. Dijual kepada konsumen

Tanpa wakalah artinya, dalam transaksi para pihak tidak mewakilkan kepada pihak lain, melainkan para pihak bertransaksi secara langsung. Praktek wakalah ini secara umum sering dilakukan oleh berbagai Lembaga Keuangan, di mana Lembaga Keuangan mewakilkan kepada nasabahnya untuk membelikan barang bagi Lembaga Keuangan tersebut. Dalam skema Elang Property Indonesia, kami tidak menggunakan wakalah, sehingga kemurnian transaksi dapat terjaga 100% jual beli.

  • Untuk mobil dilakukan serah terima langsung di dealer/di lokasi mobil tersebut, dengan mengeluarkan mobil dari gudangnya, dan dilakukan serah terima kunci.
  • Untuk rumah/ruko dilakukan serah terima rumah di lokasi, dengan mengosongkan rumah dari kepemilikan si penjual, dan dilakukan serah terima kunci.
  • Untuk tanah dilakukan serah terima tanah di lokasi dan dilakukan serah terima dokumen.

Denda merupakan instrumen yang dikembangkan oleh berbagai Lembaga Keuangan dengan alasan memberikan efek jera, padahal dalam Islam, praktek denda dilarang karena merupakan bentuk dari riba jahiliah. Dalam Islam justru jika orang yang berhutang belum mampu membayar hutangnya, maka ia diberikan waktu tangguh bukannya didenda (lihat Al Baqarah: 280). Lain halnya jika seseorang sengaja tidak mau membayar, maka si pemberi hutang boleh mengadukan ke Ulil Amri atau pemerintah agar ia diadili.

Asuransi yang berkembang saat ini, sebahagian besar prakteknya adalah praktek riba, gharar dan kezhaliman. Maka kami melihat belum ada asuransi yang 100% sesuai syariah.

Pada prinsipnya, seorang Muslim bertanggung jawab atas amanah yang telah Allah berikan kepadanya berupa harta dan benda. Maka jika terjadi kerusakan, kehilangan dan hancurnya barang tersebut, maka ia lah yang bertanggung jawab, bukan melimpahkan tanggung jawab kepada pihak lain. Begitu pula jika masih ada sangkutan hutang atas pembelian barang tersebut, jika barangnya hilang atau rusak, tidak mengubah status hutangnya, di mana hutangnya tetap wajib dibayar sampai lunas.

Kita tidak melayani akad peminjaman dana, gadai dan permodalan. Yang kita layani adalah akad jual beli MOBIL & PROPERTI

Tidak bisa melakukan take over ataupun pemindahan fasilitas kredit dari Bank Konvensional maupun dari Bank Syariah, karena pada hakikatnya objek jual beli telah dimiliki konsumen. Karena akad kami adalah jual beli, jika dilakukan take over maka akan terjadi jual beli barang yang sudah dimiliki konsumen dalam hal ini diistilahkan ba’i al-‘iinah, yang dilarang dalam syariat sebagai bentuk transaksi pengelabuan riba.

Tidak bisa melakukan akad pembangunan atau jual beli bahan bangunan.

Dokumen yang dibutuhkan adalah:

  1. Dokumen Identitas diri (KTP, NPWP, KK, Surat Nikah)
  2. Dokumen bukti penghasilan (Slip Gaji, Keterangan Penghasilan, Izin Usaha, dll)
  3. Dokumen objek yang akan dibeli (SHM, PBB, IMB/STNK, BPKB)

Lebih lengkap lihat di sini

Jaminan diperbolehkan dalam jual beli tidak tunai, sebagaimana Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam melakukan jual beli dengan seorang Yahudi kemudian Beliau menggadaikan baju besinya. Akad jual beli telah terlaksana dan selesai dengan dilakukannya serah terima barang dan atau serah terima uang secara penuh atau sebagian.
Jika pembayaran dilakukan secara lunas, tentu tidak diperlukan jaminan. Namun jika konsumen tidak melakukan pembayaran secara lunas, yakni hanya sebagian uang yang diserahkan setelah akad, dalam hal ini dinamakan dengan DP (angsuran awal), karena itu maka timbullah hutang dari si pembeli kepada si penjual. Untuk menjamin kelancaran pembayaran hutang tersebut, maka diperlukan jaminan.
Jaminan dapat berupa dokumen/BPKB dari objek lain maupun dari objek yang dibeli. Dalam hal ini, walaupun dokumen dijaminkan untuk kelancaran pembayaran, si pembeli tetap bisa memanfaatkan objek tersebut, seperti mobil tetap bisa digunakan, seperti rumah tetap bisa ditinggali, karena yang diserahkan hanya dokumennya saja bukan objeknya.

Waktu proses ± 1 bulan, dan hal ini juga tergantung kepada lengkap tidaknya dokumen yang diserahkan oleh calon konsumen.

Al Fadl Store adalah grup usaha yang terlebih dahulu telah dikembangkan oleh para direksi Elang Property Indonesia, di mana Al Fadl Store juga melayani transaksi Kredit Syariah Tanpa Riba dengan produk khusus sepeda motor, elektronik dan furnitur.

Al Fadl Store fokus pada pelayanan transaksi ELEKTRONIK/FURNITUR/SEPEDA MOTOR sedangkan Elang Property Indonesia fokus pada pelayanan transaksi MOBIL/PROPERTI/ASET PRODUKTIF

Kantor Layanan Alfadl Store ada di kota Pekanbaru, Pangkalan Kerinci, Perawang dan Bangkinang – No. Kantor : 0812 6696 8550

Lebih lengkap lihat di sini

Alhamdulillah, Kantor Layanan Elang Property Indonesia saat ini sudah bisa melayani di 35 kota di seluruh Indonesia, dengan rincian sebagai berikut:

Jakarta Pusat, Pekanbaru, Padang, Cileungsi, Medan, Surabaya, Batam, Mataram, Jambi, Bungo, Bekasi, Bandung, Polewali Mandar, Ajatappareng, Jakarta Timur, Tangerang, Palembang, Tangerang Selatan, Banda Aceh, Cibinong, Makassar, Palopo, Kendari, Sangatta, Cikeas, Jakarta Selatan, Malang, Jakarta Barat, Yogyakarta, Semarang, Balikpapan, Cirebon, Jakarta Utara, Depok, Sukabumi, Bireuen. – No. Kantor Pusat : 0852 1368 8181

Lebih lengkap lihat di sini