Katanya Syariah Kok Mahal? Konvesional Tuh… LEBIH MURAH

Mahal vs Murah >< Halal vs Haram

Jika ada sistem syariah lebih murah silahkan ambil. Saat ini mungkin kita belum bisa murah, karena kita masih punya keterbatasan.

Tapi perlu diketahui…
Halal dan haram tidak ada hubungannya dengan mahal atau murah.

Contoh paling ekstrim yang sering saya sampaikan adalah ketika kita hendak membeli kebutuhan daging, kita dihadapkan pada 2 pilihan daging.

Daging 1 = Harga Rp 5.000/kg
Daging 2 = Harga Rp 100.000/kg

Secara naluriah kita pasti memilih daging 1 karena daging 1 harganya lebih murah.

Tapi ketika kita tahu bahwa daging 1 adalah daging BABI, apakah kita tetap memilih daging 1? Tentu tidak. Walaupun daging 2 lebih mahal, namun kita butuh dan kita tahu bahwa daging 2 adalah daging SAPI yang disembelih dengan cara halal, kita pasti tetap memilih daging 2 yakni daging sapi.

Lain halnya jika uang kita tidak cukup untuk membeli daging sapi tersebut, tentu kita tidak dapat memaksakan diri untuk membelinya karena akan menyulitkan kondisi kita sendiri. Dan tentunya jika kita tidak bisa membeli daging sapi maka kita tentu tidak akan beralih membeli daging BABI meskipun harganya lebih murah.

Dan apakah kita menyalahkan si penjual daging sapi? Yang sudah berusaha menyembelih dengan halal, tapi ia tidak bisa menjual murah karena modal mendapatkan sapinya adalah Rp 95.000 per kg? Dan si penjual sapi juga butuh keuntungan agar besok ia bisa bertumbuh kembang dan semoga kelak ia bisa punya peternakan sendiri, sehingga modal sapinya bisa ditekan lebih murah.

Akhy/ukhty… Janganlah menyalahkan si penjual sapi, karena ia sudah berusaha semampunya. Dan jika Anda bisa menjadi penjual daging sapi yang lebih murah, berperanlah…, ambil langkah untuk membantu kaum muslimin agar bisa mendapatkan pilihan halal.

Akhukum…
Ade Abu Elang
Instagram
@adekacoach